Daftar Blog Saya

Jumat, 23 Mei 2008

BBM naik vs Demo

Pada dasarnya, semuanya itu terkait, jadi bagi mereka yang berpenghasilan $1/day which is equal to Rp.3jt/ month, dampak kenaikan BBM mungkin tidak terlalu terasa.
Mengapa semuanya terkait?
Kalo mereka penghasilan tidak naik, sementara biaya hidup naik, mereka akan secara otomatis mengesampingkan kebutuhan sekunder dan tertier, yang mereka utamakan adalah kebutuhan pokok yaitu pangan, sementara pakaian masih bisa ditunda utk beli yang baru, tapi kalau makanan, apa bisa ditunda utk tidak makan?

Karena mereka mengesampingkan kebutuhan yang lain2nya, maka otomatis mereka yang berdagang juga jadi sepi, yang biasanya sehari dapat "penghasilan besar", sekarang jadi "minim", bahkan nyaris hanya cukup untuk operasional saja. Lho gimana gak sepi, pembelinya gak ada, para pembeli sibuk mikirin "perut" dengan penghasilan mereka yang tidak naik.

Jadi bagaimana mungkin anda mengatakan "lw se enak berpenghasilan besar" ?
Apanya yang besar?
Lha wong pembeli aja gak ada!

Gmn kabar tukang bakso yg harus beli minyak tanah utk masak baksonya dan di jual sementara pembeli smakin berkurang krn jangankan buat beli bakso buat beli beras aja susah??
So far, para tukang bakso juga banyak yang mengeluh karena BBM naik, tapi mereka gak ngerti kenapa BBM harus naik, jadi mereka ya ngikut aja deh, dengan konsekwensi, harga jual mereka juga naik, dengan harapan nanti setelah harga jual naik, para pembeli juga menyadari bahwa harga2 bahan pokok sudah naik, jadi kalo semangkok bakso harganya naik, ya harap mengerti dan memaklumi.

Acara kenaikan bensin ini bukan yang pertama kali kan dalam sejarah RI? Sudah yang kesekian kalinya bahkan.
Memang sih, acara kenaikan harga BBM selalu diwarnai dengan demo dan protes, tapi kalo gue mau balik nanya, para pendemo dan pemrotes itu tau gak, mereka berdemo berdasarkan apa? Mereka tau gak kalo harga BBM di indo setelah dinaikkan pun masih lebih murah dibanding harga BBM diluar negri?
Jadi jangan cuma asal2an berdiri and berorasi aja, harus tau makna dan arti perjuangan mereka dong. Kenapa gue ngomong begini? Seringkali gue naik motor di jalanan ibukota dan bertemu dengan kawanan pendemo, sengaja gue turun dari motor dan bertanya pada salah satu pendemo dgn gaya wartawan lepas, "ada demo apa nih?", tau gak jawabannya?, "gak tau tuh, hari ini harusnya ujian sih di kampus, tapi ada yang ngajakin demo, jadi saya ikut demo aja deh. daripada ngikut ujian, susah!". Terpana gue dengernya....(Ini kejadian waktu mahasiswa demo di depan bundaran HI, bbrp tempo yang lalu)

Ok, back to bisnis.

man apa lw sadar ga mungkin akan ada pemberontakan klw sebuah negara sudah makmur sejahtera!! ini semua terjadi karena ada sesuatu yg salah dalam sistem ketata negaraan!!
Berarti salah satu atau semua mata rantai nya rusak kan?
Kalo rusak ya diganti yang baru.
Gimana cara menggantinya?
Harus tanya sama para politikus yang berpikiran kritis dan punya nalar yang sehat.
Kalo tanya gue, nti gue saranin beli Canon Ixus, sebab gue gak paham2 banget tentang politik, tapi gue adalah korban dari politik2 yang nyeleneh di negara ini dan berusaha berpikir dengan pikiran jernih untuk survive dari keadaan yang mengenaskan ini.


hasil bumi pada dasarnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri klw aja yg d korup birokrat2 kalap serakah dan oportunis. itu makanya tuntutan utk memberangus makhluk2 useless kaya gtu harus terus d kumandangkan..
Ini bagus men, makanya dibentuk KPK oleh negara, tapi sayang, kinerja KPK sepertinya kurang optimal, mungkin ada unsur2 lain dalam tubuh KPK sendiri, lha buktinya...sang penguasa yang barusan mati aja, sampai hari dia mati, tidak kena tuntutan apa2 karena merugikan negara dalam jumlah besar, bahkan sampai sekarang, anak2nya pun aman bebas tentram tidak ada yang mengusik, kenapa? Ada sesuatukah? Kalo di cungkuo nih, orang kayak gini dah mati sampe cucu2nya ditembak mati dihadapan publik untuk jadi pembelajaran, BERANI KORUPSI, MAKA DITEMBAK MATI.
Sebab di negara lain, kalau yang gua tau sih, ada semboyan tidak resmi seperti demikian: peraturan itu dibuat untuk dipatuhi, kalo di indonesia, ada semboyan tidak resmi bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar, nah lho....bukan gue yang ngomong nih, gue denger dari acara tivi yang namanya Republik Mimpi. Kalo basic mentalnya aja hanya untuk melanggar peraturan, maka gua gak heran kalo para petinggi negara bisa korupsi, bisa berbuat seenak udel, bisa numpang cek in pake uang rakyat seperti kasus baru2 ini.

semoga aja lw berpihak sama massa rakyat banyak bukan sama pemerintah ataw kapitalis yg menghisap kekayaan indonesia dan darah rakyat
Gue berpihak kepada yang benar, andai rakyat yang benar, gue berpihak kepada rakyat, andai pemerintah yang benar, gue berpihak ke pemerintah, loe boleh bilang gue plin plan, silahkan...tapi adalah my basic principal untuk berpihak kepada yang benar.

Man, debat terbuka itu baik, bisa mengasah kemampuan berpikir.
Kalo debat ala japri, percaya deh, ujung2nya cekcok, bukannya mau bertukar pikiran, malahan jadi ribut, sebab tidak ada yang menengahi.

Btw, mengenai Ka Te Pe kemaren itu, gue gak kasih tuh 75rb, gue tungguin sampai dia turun jabatan, baru gue bikin Ka Te Pe, cuma goceng deh!

Tidak ada komentar:

 

Jombloe Community Club